Tuban


Kota Tuban adalah salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang tertelak di Pantai Utara Jawa Timur, Tuban disebut sebagai Kota Wali karena Tuban adalah salah satu kota di Jawa yang menjadi pusat penyebaran ajaran Agama Islam ,namun beberapa kalangan ada yang memberikan julukan sebagai kota tuak karena daerah Tuban sangat terkenal akan penghasil minuman (tuak & legen) yang berasal dari sari bunga siwalan (ental). Beberapa obyek wisata di Tuban yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Makam Wali, contohnya Sunan Bonang, Makam Syeh Maulana Ibrahim Asmaraqandi (Palang), Sunan Bejagung dll. Selain sebagai kota Wali, Tuban dikenal sebagai Kota Seribu Goa karena letak Tuban yang berada pada deretan Pegunungan Kapur Utara. Bahkan beberapa Goa di Tuban terdapat stalaktit dan Stalakmit. Goa yang terkenal di Tuban adalah Goa Akbar, Goa Putri Asih, dll.

Budaya

Kebudayaan Tuban salah satunya adalah tayub. Budaya lainnya adalah Reog yang banyak ditemui di Kecamatan Jatirogo. Namun ada hal menarik ketika memperingati Haul Sunan Bonang, dimana ribuan umat muslim dari seluruh Indonesia tumpah ruah memadati kota khususnya kompleks pemakaman Sunan Bonang.

Makanan

  • Makanan khasnya adalah belut yang di masak pedas yang cocok di nikmati pada siang hari. Harganya tidak malah mulai dari Rp 6000 – Rp 15000, tempat makan belut yang biasanya terkenal di Tuban adalah Bagong, Cemplon, dan Jangkar, walaupun sekarang masakan belut ini bisa di jumpai di setiap rumah makan tetapi tempat makan legendaris dari jaman dlu yaitu tiga tempat tersebut.
  • Siwalan atau biasanya di sebut ental adalah buah dari pohon Bogor dan sari bunga siwalan ini menghasilkan minuman yang sangat enak yang dapat menghilangkan rasa dahaga pada siang hari yaitu legen, tetapi bagi masyarakat Tuban legen di ubah menjadi minuman tuak, tuak adalah obat untuk menyembuhkan penyakit batu ginjal namun warga sekitar menyalahgunakan sebagai minuman yang memabukan.
  • Belimbing Tasikmadu, seperti namanya belimbing ini tumbuh di desa Tasikmadu kec. Semanding, rasa belimbing ini sangat berbeda, buahnya besar-besar dan rasanya sangat manis.


Ciri Khas

Masyarakat kota Tuban terbiasa hidup bergotong-royong dalam berbagai aktivitas. Masyarakat kota Tuban saling membantu saat tetangga mereka sedang memperbaiki rumah ,hal itu adalah pemandangan yang biasa terlihat. Saling bahu membahu dalam berbagai kegiatan termasuk aktivitas sosial merupakan hal biasa yang sudah lazim terlihat. Kebiasaan untuk saling tolong-menolong telah merasuk dalam jiwa masyarakat Kota Tuban dan menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang membedakan warga kota ini dengan kota lainnya. Dalam setiap acara sosial, warga masyarakat Kota Tuban tidak perlu diundang. Saat mereka melihat atau mendengar tetangga mereka akan punya hajat atau yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan nama “Duwe Gawe”, maka para tetangga tanpa di komando akan langsung berdatangan. Mereka saling membantu tanpa pamrih. Sifat turun temurun tersebut masih tercermin hingga kini. Sebuah sikap yang menjadikan warga Masyarakat Kota Tuban menjadi luar biasa bermutu.